PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN MENURUT SAK ETAP (2)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS DAN LAPORAN LABA RUGI DAN SALDO LABA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas menyajikan laba atau rugi
entitas untuk suatu periode, pos pendapatan dan beban yang diakui secara
langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut, pengaruh perubahan kebijakan
akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode tersebut, dan jumlah
investasi oleh, dan dividen dan distribusi lain ke pemilik ekuitas selama
periode tersebut.
Informasi yang disajikan di laporan perubahan
ekuitas adalah:
1.
Laba atau rugi untuk periode
2.
Pendapatan atau beban yang diakui langsung dalam
ekuitas
3. Untuk setiap komponen ekuitas, pengaruh
perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui sesuai Bab 9 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan
– SAK ETAP
4. Untuk setiap komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi
antara jumlah tercatat awal dan akhir periode, diungkapkan secara terpisah
perubahan yang berasal dari:
a. Laba atau rugi
b. Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam
ekuitas
c. Jumlah investasi, dividen dan distribusi lainnya
ke pemilik ekuitas, yang menunjukkan secara terpisah modal saham, transaksi
saham treasuri, dan dividen serta distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, dan
perubahan kepemilikan dalam entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan
pengendalian.
LAPORAN LABA RUGI DAN SALDO LABA
Laporan laba rugi dan saldo laba menyajikan laba
atau rugi entitas dan perubahan saldo laba untuk suatu periode pelaporan. SAK
ETAP mengizinkan entitas untuk menyajikan laporan laba rugi dan saldo laba
menggantikan laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas jika perubahan
pada ekuitas hanya berasal dari laba atau rugi, pembayaran dividen, koreksi
kesalahan periode lalu, dan perubahan kebijakan akuntansi.
Entitas menyajikan di laporan laba rugi dan saldo
laba pos-pos berikut sebagai tambahan atas informasi yang disyaratkan dalam
Laporan Laba Rugi:
1.
Saldo laba pada awal periode pelaporan
2.
Dividen yang diumumkan dan dibayarkan atau
terutang selama periode
3.
Penyajian kembali saldo laba setelah koreksi
kesalahan periode lalu
4.
Penyajian kembali saldo laba setelah perubahan
kebijakan akuntansi
5.
Saldo laba pada akhir periode pelaporan.

Komentar
Posting Komentar