AKUN (1)



Akun atau rekening atau perkiraan berasal dari bahasa Inggris account.. Akun sering juga disebut sebagai rekening atau perkiraan adalah suatu alat untuk mencatat transaksi – transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban perusahaan.  Tujuan penggunaan akun adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Akun – akun dalam buku besar dikelompokkan dan digolongkan sesuai dengan tujuan proses akuntansi, yaitu menyediakan laporan keuangan.
Secara garis besar akun dibedakan menjadi 5 kelompok besar, yaitu aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban.
a.    Definisi dan karakteristik aset (assets)
Aset adalah sumber daya (harta atau kekayaan) yang dikuasai perusahaan, dan merupakan salah satu jenis penggunaan dana. Terdapat 4 jenis aset, yaitu:
1)     Sumber daya berbentuk fisik; contohnya uang tunai (kas), perlengkapan, kendaraan, gedung dan tanah
2)     Sumber daya berbentuk janji; contohnya piutang usaha
3)     Sumber daya yang sudah dikeluarkan tetapi belum diperoleh manfaatnya; contohnya pembayaran dimuka suatu biaya. Walaupun terjadi transaksi yang menyebabkan sumber daya berkurang tetapi karena perusahaan belum menerima manfaat atas pengeluaran sumber daya tersebut, maka sumber daya tersebut tetap diperlakukan sebagai aset
4)     Sumber daya tidak berwujud (intangible); contohnya merek dagang, hak paten, hak cipta
Akun – akun aset lazimnya diklasifikasi menjadi 2 berdasar tingkat kelancarannya untuk dikonversi ke uang tunai (tingkat likuiditas), yaitu:
1)      Aset lancar (current asset), yaitu sumber daya yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi uang tunai sebagai alat pembayaran, dikonsumsi, atau dijual dalam waktu kurang dari 1 periode. Contoh: kas, piutang usaha, beban dibayar dimuka
2)     Aset tidak lancar (non – current asset), yaitu sumber daya yang diperkirakan memberi manfaat lebih dari 1 periode. Aset tidak lancar lazimnya diklasifikasi menjadi:
a)     Investasi jangka panjang, meliputi saham atau obligasi yang dibeli untuk dimiliki lebih dari             satu periode
b)     Aset tetap berwujud, meliputi aset bernilai manfaat lebih dari 1 periode yang memiliki wujud fisik dan digunakan perusahaan. Contoh: gedung, tanah, peralatan
c)     Aset tidak berwujud, meliputi aset tanpa wujud fisik yang bernilai manfaat lebih dari 1 periode. Contoh: merek dagang, lisensi, hak paten
d)     Aset lain – lain, yaitu aset yang tidak termasuk kelompok – kelompok di atas. Contoh: gedung yang belum digunakan
e)     Aset lain – lain
b.    Definisi dan karakteristik liabilitas (liability)
Liabilitas adalah hutang kepada pihak luar dan merupakan salah satu sumber pendanaan. Pihak – pihak yang dapat memberi hutang/pinjaman antara lain adalah bank, rekanan/pemasok, dan pelanggan yang membayar di muka. Terdapat 3 jenis liabilitas, yaitu:
1)    Sumber pendanaan berupa janji untuk menyerahkan aset di masa datang kepada pihak lain akibat transaksi pembelian kredit. Contoh: perusahaan membeli kendaraan secara kredit.
2)    Sumber pendanaan berupa janji untuk menyerahkan aset di masa datang kepada pihak lain akibat transaksi pemanfaatan aset. Contoh: perusahaan memperoleh pinjaman kredit dari bank.
3)    Sumber pendanaan berupa janji untuk memberikan jasa pelayanan di masa datang kepada pihak lain akibat transaksi penerimaan aset. Contoh: perusahaan menerima pembayaran dimuka untuk jasa yang akan diberikan oleh perusahaan di masa datang.
Pihak yang memberi utang lazim disebut kreditur, sedangkan pihak yang berjanji untuk melunasi hutang lazim disebut debitur.
Seperti halnya aset, akun – akun liabilitas lazimnya juga diklasifikasi berdasarkan tingkat likuiditasnya, yaitu:
1)     Hutang lancar (current liabilities), contoh: hutang usaha, hutang wesel, hutang pajak penghasilan, pendapatan diterima dimuka
2)      Hutang jangka panjang (long – term liabilities), contoh: hutang obligasi, hutang hipotik
c.    Definisi dan karakteristik ekuitas (equity)
Ekuitas adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan dan merupakan salah satu sumber pendanaan. Akun – akun modal menggambarkan sumber perolehan dana yang berasal dari setoran pemilik dan akumulasi laba / rugi yang dihasilkan perusahaan. Di perusahaan perseroan terbatas (PT), akumulasi laba / rugi ditampung di akun terpisah dari modal, sedangkan di perusahaan perseorangan dan persekutuan, laba / rugi yang dihasilkan perusahaan langsung dipindahkan ke akun modal pemilik. Terdapat 2 jenis modal, yaitu:
1)    Sumber pendanaan berupa setoran dari pemilik
2)    Sumber pendanaan berupa laba yang dihasilkan perusahaan. Jika perusahaan mengalami kerugian, maka akan mengurangi besarnya modal perusahaan.
      d.       Definisi dan karakteristik pendapatan (revenues)
Pendapatan adalah kenaikan dalam ekuitas pemilik sebagai hasil dari menjual barang atau jasa ke pelanggan dan merupakan salah satu sumber pemerolehan dana yang dihasilkan dari kegiatan bisnis perusahaan. Terdapat 3 jenis pendapatan, yaitu:
1)    Pendapatan yang terjadi karena menyediakan jasa atau menjual produk. Contoh: pendapatan yang berasal dari persewaan (rental) kendaraan, pendapatan yang berasal dari penjualan barang dagangan
2)    Penadapatan yang terjadi seiring berlalunya waktu. Contoh: pengakuan pendapatan sewa gudang yang berasal dari penerimaan di muka pendapatan sewa gudang
3)    Pendapatan yang berasal dari keuntungan yang diperoleh dari kegiatan non – operasional. Contoh: keuntungan yang diperoleh dari penjualan aset tetap
Akun – akun pendapatan lazimnya diklasifikasi berdasarkan jenis pendapatan yang dihasilkan, yaitu:
1)     Pendapatan operasional (operational revenue), contoh: pendapatan jasa, pendapatan sewa, penjualan
2)     Pendapatan non – operasional (other revenues and gains), contoh: keuntungan penjualan aset tetap, pendapatan lain - lain
e.    Definisi dan karakteristik beban (expense)
Beban merupakan hasil dari penggunaan aset atau jasa dalam proses menghasilkan pendapatan. Terdapat 5 jenis beban:
1)    Beban yang terjadi karena perusahaan memperoleh manfaat. Contoh: beban gaji, beban listrik
2)    Beban yang terjadi karena pengalokasian aset. Contoh: beban penyusutan peralatan
3)    Beban yang terjadi seiring berlalunya waktu. Contoh: pengakuan beban asuransi yang berasal dari pembayaran dimuka (premi) biaya asuransi
4)    Beban yang terjadi karena pertimbangan kehati – hatian. Contoh: biaya kerugian piutang
5)    Beban yang terjadi karena kerugian dari kegiatan non – operasional. Contoh: rugi penjualan aset tetap.
Akun – akun beban lazimnya diklasifikasi berdasarkan jenisnya, yaitu:
1)     Beban operasional (operational expense), contoh: beban gaji, beban perlengkapan, beban utilitas, beban penyusutan
2)     Beban non – operasional (other expenses and losses), contoh: kerugian penjualan aset tetap, kerugian akibat banjir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYESUAIAN (ADJUSTMENT)

SIKLUS AKUNTANSI

MENGECEK KEBENARAN PENGINPUTAN AKUN DAN SALDONYA DAN MENGINPUTKAN SALDO AWAL AKUMULASI PENYUSUTAN ASET TETAP