PENYESUAIAN (ADJUSTMENT)
Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan pada setiap akhir bulan, triwulan, semester atau pada setiap akhir periode akuntansi. Saldo-saldo yang dicatat di dalam neraca saldo adalah merupakan ringkasan transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan dalam suatu periode akuntansi yang didalamnya juga akan tercermin efek dari transaksi yang dilakukan itu.
Salah satu tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk mempersiapkan penyusunan laporan keuangan. Akan tetapi, laporan keuangan seringkali tidak dapat disusun langsung dari neraca saldo dikarenakan data yang tercantum dalam neraca saldo masih memerlukan penyesuaian. Oleh karena itu, sebaiknya diadakan penelitian ulang atas saldo setiap perkiraan untuk mengetahui kebenaran dari neraca saldo. Ini sangat perlu dilakukan karena adanya beberapa kemungkinan yang harus mendapat perhatian secara cermat, yaitu:
1. Ada akun-akun yang dapat secara langsung digunakan untuk menyusun laporan keuangan karena saldonya telah sesuai (benar)
2. Ada akun-akun yang harus diperbaiki karena saldonya salah sebagai akibat kesalahan mencatat atau kesalahan dalam memasukkan debit/kredit ke masing-masing perkiraan
3. Ada akun-akun yang perlu disesuaikan lebih dulu karena posisinya merupakan “perkiraan campuran”, yaitu perkiraan yang mengandung perkiraan riil dan nominal.
Penyesuaian perlu dilakukan dengan tujuan untuk memperbaharui data laporan keuangan agar sesuai dengan konsep akrual dan konsep penandingan yang berlaku dalam akuntansi. Ayat jurnal yang membuat saldo akun menjadi up to date pada akhir periode akuntansi dinamakan sebagai adjusting journal entry.
Setiap ayat jurnal penyesuaian sekurang-kurangnya akan mempengaruhi satu akun laporan laba rugi dan satu akun neraca. Jadi, dalam ayat jurnal penyesuaian selalu melibatkan akun pendapatan atau akun beban dan akun aset atau akun kewajiban.
Jika seandainya akuntan lupa membuat ayat jurnal penyesuaian terhadap akun-akun yang sesungguhnya memerlukan penyesuaian, maka akun-akun tersebut akan menjadi tidak up to date, dalam arti akun-akun tersebut ada yang kebesaran jumlahnya (overstated) da nada juga yang kekecilan (understated), sehingga terjadinya salah saji (misstatement) dalam laporan keuangan.
TUJUAN PENYESUAIAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan proses penyesuaian adalah:
1. Agar setiap akun riil, khususnya rekening aset dan liabilitas, menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
2. Agar setiap akun nominal (akun pendapatan dan beban) menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode.
ITEM-ITEM YANG MEMERLUKAN PENYESUAIAN
Ada beberapa item yang memerlukan penyesuaian, yakni:
1. Beban yang masih harus dibayar/beban akrual/hutang akrual (accrued expenses or accrued liabilities)
2. Pendapatan yang masih harus diterima/pendapatan akrual/piutang akrual (accrued revenues or accrued assets)
3. Beban yang ditangguhkan atau beban dibayar dimuka (deferred expenses or prepaid expenses)
4. Pendapatan yang ditangguhkan atau pendapatan diterima dimuka (deferred revenues or unearned revenues)
5. Pemakaian Perlengkapan
Beban Yang Masih Harus Dibayar/Beban Akrual/Hutang Akrual (Accrued Expenses Or Accrued Liabilities)
Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang telah terjadi pada suatu periode, tetapi sampai akhir periode yang beersangkutan belum dibayar. Dalam pencatatan beban/hutang akrual ini, akun beban di debit dan akun hutang di kredit.
Contoh:
Perusahaan membayar upah karyawan pada setiap hari Sabtu, dimana pembayaran upah terakhir untuk tahun 2021 jatuh pada tanggal 25 Desember 2021 (hari Sabtu). Periode akuntansi perusahaan berakhir tanggal 31 Desember 2021. Perusahaan menetapkan bahwa jumlah hari kerja dalam seminggu adalah sebanyak 6 hari, yaitu mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Besarnya total upah karyawan yang dibayarkan untuk setiap 6 hari kerja adalah Rp30.000.000,00.
Analisa transaksi:
Berdasarkan pencatatan secara accrual basis, upah karyawan selama 5 hari, yaitu untuk tanggal 27 Desember 2021 (Senin), 28 Desember 2021 (Selasa), 29 Desember 2021 (Rabu), 30 Desember 2021 (Kamis), 31 Desember 2021 (Jumat) haruslah diakui sebagai bagian dari beban upah karyawan tahun 2021, meskipun pembayarannya baru akan dilakukan lagi pada hari Sabtu pertama di tahun 2022 nanti. Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2021 adalah:
*Akun Wages & Salaries Payable bisa diganti menggunakan akun Accrued Expense atau Expense Payable, tergantung kebijakan perusahaan
Pendapatan Yang Masih Harus Diterima/Pendapatan Akrual/Piutang Akrual (Accrued Revenues Or Accrued Assets)
Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah dapat direalisasi dalam suatu periode, tetapi belum diakui (dicatat) karena belum terjadi penyerahan (pertukaran). Dalam pencatatan atas pendapatan akrual ini, akun aset di debit dan akun pendapatan di kredit.
Contoh:
31 Desember 2023, pada perusahaan bengkel terdapat kendaraan yang telah selesai diperbaiki dengan harga perbaikan Rp5.000.000,00. Kendaraan tersebut belum diserahkan kepada pemiliknya.
Analisa transaksi:
Perbaikan kendaraan pada contoh tersebut diselesaikan pada periode 2023, sehingga pendapatan yang diperoleh sehubungan dengan kegiatan tersebut harus diakui sebagai penghasilan periode 2023. Oleh karena itu, jumlah Rp5.000.000,00 tersebut harus diakui sebagai pendapatan periode 2023. Jurnal penyesuaian yang diperlukan pada 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut;
Beban Yang Ditangguhkan Atau Beban Dibayar Dimuka (Deferred Expenses Or Prepaid Expenses)
Perusahaan seringkali melakukan pembayaran beban dimuka, artinya perusahaan membayar sejumlah beban untuk beberapa waktu yang akan datang dan kadang-kadang melampaui batas akhir periode akuntansi.
Apabila pada akhir periode akuntansi ditemukan beban-beban yang seharusnya dibebankan pada periode yang akan datang, maka harus dilakukan penyesuaian untuk menentukan secara tepat mana bagian dari pengeluaran tersebut yang sudah dipakai/dimanfaatkan selama periode berjalan (yang telah menjadi beban) dan mana bagian dari pengeluaran tersebut yang akan digunakan/ditangguhkan untuk periode berikutnya (deferred expenses). Untuk bagian dari pengeluaran yang baru akan digunakan dalam periode berikutnya memerlukan pengakuan sebagai aset (karena belum terpakai).
Metode penyesuaian untuk prepaid expenses tergantung pada bagaimana pengeluaran tadi awalnya dicatat didalam akun. Pengeluaran mungkin awalnya telah dicatat di sebelah debet akun aset terlebih dahulu atau bisa juga langsung ke akun beban. Kedua metode ini jika diterapkan secara konsisten akan menghasilkan nilai akhir yang sama, jadi kedua metode tersebut sama-sama benar/diperkenankan. Perusahaan akan memilih salah satu dari kedua metode yang ada dan menerapkannya pada masing-masing periode.
Contoh:
Pada tanggal 1 Mei 2023 perusahaan mengeluarkan kas sebesar Rp120.000.000,00 untuk sewa gedung kantor selama masa 2 (dua) tahun.
Analisa transaksi:
Dari jumlah pengeluaran kas pada transaksi tersebut, jumlah yang harus diakui sebagai beban sewa periode 2023 adalah sewa untuk masa 8 (delapan) bulan, dari 1 Mei sampai 31 Desember 2023, atau sebesar 8/24 x Rp120.000.000,00 = Rp40.000.000,00. Sisanya sebesar Rp80.000.000,00 harus diakui sebagai beban sewa pada periode 2024 dan 2025. Dengan kata lain, pada 31 Desember 2023 terdapat sewa yang dibayar dimuka sebesar Rp80.000.000,00. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 2023 harus dibuat jurnal penyesuaian untuk mencatat pengakuan beban sewa periode 2023 sebesar Rp40.000.000,00.
Jurnal penyesuaian yang diperlukan pada 31 Desember 2023 untuk mencatat pengakuan beban sewa periode 2023 pada contoh tersebut bergantung pada pencatatan transaksi pengeluaran kas pada tanggal 1 Maret 2023. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut:
Pendapatan Yang Ditangguhkan Atau Pendapatan Diterima Dimuka (Deferred Revenues Or Unearned Revenues)
Pendapatan diterima dimuka adalah pendapatan yang sudah diterima dalam suatu periode, tetapi harus diakui sebagai penghasilan pada periode yang akan datang. Jumlah yang diterima dimuka akan dicatat dengan mendebet akun aset (kas) dan kreditnya bisa dengan menggunakan dua akun, yaitu langsung diakui sebagai akun pendapatan atau bisa juga terlebih dahulu diakui sebagai akun utang (pendapatan diterima dimuka).
Pada akhir periode akuntansi adalah perlu untuk menentukan mana bagian dari jumlah penerimaan tersebut yang benar-benar telah menjadi pendapatan untuk periode berjalan dan mana bagian dari jumlah penerimaan tersebut yang akan ditangguhkan sebagai pendapatan untuk periode mendatang (deferred revenues).
Metode penyesuaian untuk pendapatan yang ditangguhkan tergantung pada apakah penerimaan pendapatan atas barang yang belum dikirim atau atas jasa yang belum diberikan pada awalnya dicatat sebesar kredit ke akun pendapatan atau akun hutang.
Contoh:
Pada tanggal 1 Oktober 2023, perusahaan ABC yang kegiatan usahanya menyewakan rumah, menerima pembayaran sewa rumah untuk masa 1 (satu) tahun sebesar Rp48.000.000,00.
Analisa transaksi:
Pendapatan sewa sebesar Rp48.000.000,00 pada contoh tersebut adalah untuk masa sewa 12 bulan (1 Oktober 2023 sampai 30 September 2024). Sampai dengan 31 Desember 2023, masa sewa sudah dijalani (dilewati) selama 3 bulan (1 Oktober – 31 Desember 2023). Dengan demikian pendapatan sewa yang harus diakui periode 2023 adalah 3/12 x Rp48.000.000,00 = Rp12.000.000,00. Sisanya sebesar Rp36.000.000,00 adalah pendapatan sewa yang harus diakui sebagai penghasilan periode 2024.
Jurnal penyesuaian yang diperlukan pada 31 Desember 2023 untuk mencatat pengakuan pendapatan sewa periode 2023 pada contoh tersebut bergantung pada pencatatan transaksi pengeluaran kas pada tanggal 1 Oktober 2023. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut:
Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli dengan maksud untuk digunakan dalam operasi perusahaan (tidak untuk dijual kembali).
Contoh:
Saldo akun Supplies dalam neraca saldo adalah Rp961.500,00. Berdasarkan hasil perhitungan fisik tanggal 31 Desember 2023, jumlah perlengkapan yang masih tersisa adalah Rp324.000,00.
Analisa transaksi:
Berdasarkan data tersebut, perlengkapan yang habis terpakai selama periode 2023 adalah sebesar Rp637.500,00 (Rp961.500,00 – Rp324.000.000,00). Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:






Komentar
Posting Komentar