KEGIATAN EKONOMI

Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang memiliki nilai/manfaat. Kegiatan ekonomi timbul karena adanya kebutuhan manusia. Pada umumnya kebutuhan manusia mempunyai sifat yang tidak terbatas. Artinya, begitu satu macam kebutuhan terpuaskan akan timbul macam kebutuhan lain. Jadi, kebutuhan manusia yang tidak terbatas tersebut merupakan penggerak aktivitas ekonomi.

Secara umum, kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai aktivitas manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara lebih spesifik, kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dikonsumsi.

Disadari atau tidak, hampir setiap aktivitas manusia tidak lepas dari kegiatan ekonomi. Seorang karyawan yang bekerja di kantor melayani pertanyaan customer juga melakukan kegiatan ekonomi. Seorang pengusaha yang membayarkan gaji kepada karyawan juga melakukan kegiatan ekonomi.

Kegiatan ekonomi sudah berlangsung sejak jaman dahulu. Karena kebutuhan manusia sudah ada sejak manusia lahir dan ada di bumi ini. Di jaman pra sejarah, kegiatan ekonomi berupa berburu, menebang pohon di hutan, bercocok tanam, beternak. Seiring dengan perkembangan jaman, kegiatan ekonomi bervariasi menjadi banyak.

 

 Jenis Kegiatan Ekonomi

Pada dasarnya, kegiatan ekonomi bisa dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini penjelasan dari masing-masing kegiatan ekonomi.

a.      Produksi

Produksi adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan atau menambah nilai guna pada suatu barang atau jasa. Nantinya, barang atau jasa yang diproduksi ini yang akan dikonsumsi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan produksi dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau perusahaan.

Berikut ini contoh kegiatan produksi:

    Petani menanam padi untuk menghasilkan beras.

    Jasa konstruksi membangun rumah.

    Jasa transportasi mengangkut barang.

Dalam melakukan kegiatan ekonomi produksi ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelancarannya. Faktor-faktor tersebut meliputi alam, tenaga kerja, modal, dan kemampuan entrepreneurship.

b.     Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang maupun jasa dari produsen ke konsumen. Proses distribusi ini sangat penting karena pada kegiatan inilah produk dapat tersebar secara meluas dan dapat dikonsumsi oleh konsumen. Tanpa adanya proses distribusi, konsumen akan kesulitan untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan distribusi merupakan kegiatan yang menghubungkan kegiatan ekonomi produksi dan kegiatan ekonomi konsumsi. Kegiatan distribusi dapat dilakukan oleh produsen sendiri, pedagang, maupun agen.

Inilah contoh kegiatan distribusi:

    Pedagang grosir membeli beras dari petani untuk dijual ke pedagang eceran.

    Kurir mengantarkan paket dari penjual ke pembeli.

Jumlah produk, luas daerah, sifat produk, faktor biaya, sarana angkutan, kondisi pasar, faktor perusahaan, dan sarana komunikasi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi.

Kegiatan distribusi ini meliputi  memasarkan produk, menulis informasi produk dengan benar dan jelas, penyortiran produk, pengangkutan produk, menjual produk dengan harga yang kompetitif, memastikan ketersediaan stock produk di pasar, menyimpan produk sesuai dengan prosedur dari produsen, belanja produk dari produsen.

Kegiatan distribusi terbagi menjadi tiga, yaitu distribusi langsung, distribusi tidak langsung, dan distribusi semi langsung. Jika dijelaskan lebih rinci, dapat kita perhatikan di bawah ini.

1.  Distribusi Langsung

Distribusi langsung merupakan kegiatan distribusi yang dilakukan langsung oleh produsen. Mulai dari pemasaran, penjualan, hingga pengiriman. Biasanya distribusi langsung dilakukan oleh produsen yang masih skala kecil karena memiliki sistem yang masih sederhana. Namun di zaman kemajuan teknologi seperti ini, perusahaan-perusahaan yang berperan sebagai produsen besar juga ikut melakukan distribusi langsung. Dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, produsen besar rela menambahkan sistem yang lebih kompleks agar dapat menjangkau konsumen secara langsung. Biasanya perusahaan besar yang ikut serta dalam distribusi ini bergerak di bidang consumer goods.

2.  Distribusi Tidak Langsung

Distribusi tidak langsung merupakan kegiatan distribusi dalam skala grosir maupun eceran dari produsen ke konsumen yang dilakukan oleh distributor saja. Sementara produsen fokus pada produksi saja. Biasanya barang yang didistribusikan secara tidak langsung jumlahnya besar dan nilai transaksinya besar. Oleh karena itu, proses negosiasi antara kedua perusahaan dan produksi yang lama, membuat distribusi jenis ini memerlukan waktu yang relatif lama.

3.  Distribusi Semi Langsung

Distribusi semi langsung merupakan kegiatan distribusi dimana produsen dapat mengontrol distributor namun kegiatan distribusi tetap dilakukan oleh distributor. Biasanya distribusi ini digunakan untuk mendistribusikan barang-barang yang mahal dan mewah.

c.    Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan konsumsi dapat dilakukan oleh individu, rumah tangga, maupun perusahaan. Pelaku kegiatan ini dinamakan konsumen. Apabila kebutuhan konsumen terpenuhi, maka konsumen dapat melakukan aktivitas ekonomi lainnya untuk menggerakkan kegiatan ekonomi negara.

Contoh kegiatan konsumsi yaitu:

  Seorang siswa membeli buku untuk keperluan belajar.

  Seorang karyawan membeli makanan untuk makan siang.

  Sebuah perusahaan membeli mesin untuk produksi.

Kegiatan konsumsi dapat dikenali dengan beberapa perilaku di bawah ini:

1. Dilakukan secara langsung (bukan untuk dijual dan didistribusikan lagi) untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen.

2.  Nilai barang dan/ atau jasa yang dikonsumsi akan habis juga, baik cepat atau lambat.

3. Barang atau jasa yang dibeli memberikan nilai tambah atau manfaat kepada konsumen.

4.   Barang atau jasa yang digunakan konsumen memiliki nilai transaksi dan didapatkan melalui jual-beli.

Kegiatan konsumsi sangat bermanfaat untuk kegiatan ekonomi negara. Kegiatan konsumsi dapat mendukung aktivitas produksi, membantu penyesuaian besaran tarif upah minimum pekerja, sebagai titik awal dan akhir kegiatan ekonomi, dan sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan negara.

Namun demikian, semua yang sifatnya berlebihan tentu tidak baik. Sifat konsumtif yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan finansial pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara. Oleh karena itu, perlu kebijaksanaan dalam melakukan kegiatan konsumsi ini.

Dalam perkembangannya, ada juga dua (2) hal yang merupakan faktor strategis dalam kegiatan perekonomian, yakni:

a.   Investasi

Investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Kegiatan investasi dapat dilakukan oleh individu, perusahaan, atau pemerintah.

Contoh-contoh kegiatan investasi yaitu:

    Seorang pengusaha membangun pabrik baru.

    Seorang karyawan membeli saham perusahaan.

b.   Pembiayaan

Pembiayaan adalah kegiatan menyediakan dana untuk kegiatan ekonomi. Kegiatan pembiayaan dapat dilakukan oleh bank, lembaga keuangan non-bank, atau pemerintah.

Contoh kegiatan pembiayaan yakni:

    Bank memberikan pinjaman kepada UMKM.

    Leasing memberikan pembiayaan untuk pembelian kendaraan.

    Pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat.

Kegiatan ekonomi ini saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Kegiatan produksi membutuhkan kegiatan distribusi untuk menyalurkan barang atau jasa kepada konsumen. Lalu, konsumen membutuhkan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan investasi membutuhkan kegiatan pembiayaan untuk menyediakan dana. 

 

Tujuan Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi dilakukan bukan tanpa tujuan. Tujuan utama kegiatan ekonomi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kebutuhan tersebut digunakan untuk saat ini dan masa datang. Ketika seseorang bekerja dan mendapatkan uang, dia dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

Di bawah ini tujuan-tujuan lainnya kegiatan ekonomi, yakni:

a.    Kegiatan Ekonomi Konsumsi

Ada beberapa tujuan yang terdapat dalam kegiatan ekonomi konsumsi, yaitu:

1)      Memberikan kepuasan terhadap diri sendiri

2)      Menghabiskan nilai guna pada suatu barang secara bertahap

3)      Menghabiskan nilai guna suatu barang sekaligus

b.    Kegiatan Ekonomi Produksi

Dalam melakukan kegiatan ekonomi produksi tentunya ada tujuannya. Berikut tujuan-tujuan dari produksi:

1)      Menghasilkan atau menciptakan barang atau jasa yang bermanfaat bagi konsumen

2)      Meningkatkan kualitas suatu barang atau jasa

3)      Meningkatkan keuntungan suatu usaha supaya perusahaan dapat berkembang

4)      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

5)      Dapat membuka lapangan pekerjaan

c.    Kegiatan Ekonomi Distribusi

Kegiatan ekonomi distribusi memiliki beberapa tujuan diantaranya:

1)    Menyalurkan barang yang berasal dari produsen kepada konsumen dengan selamat

2)    Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap suatu barang

3)    Menjamin kontinuitas produksi

4)    Hasil produksi dapat digunakan oleh konsumen dengan baik

 

Sektor-Sektor Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi terbagi menjadi beberapa sektor besar, yaitu:

a.    Sektor Primer

Sektor utama perekonomian sebagian besar bergerak di bidang produksi atau ekstraksi bahan mentah yang meliputi pertanian, kehutanan, penggembalaan, pertambangan, gudang, penggalian, berburu, dan lain-lain.

b.    Sektor Sekunder

Sektor ekonomi yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi meliputi konstruksi, manufaktur, tekstil, otomotif, peleburan logam, industri farmasi, kimia, dan lain-lain. Sektor sekunder mempekerjakan pekerja yang terorganisir maupun tidak terorganisir.

c.    Sektor Tersier

Sektor ini pada umumnya menunjukkan industri jasa yang kegiatan ekonominya meliputi penjualan hasil produksi dari sektor sekunder. Sektor ini juga menyediakan jasa komersial untuk sektor-sektor lainnya dan masyarakat umum. Contoh sektor tersier adalah distributor gorsir dan retail, jasa pengiriman barang, usaha restoran, jasa marketing, dan jasa sebar brosur.

d.    Sektor Kuarter

Sektor ini memiliki kaitan yang erat dengan sektor tersier namun kegiatannya memerlukan keahlian intelektual khusus yang berkaitan dengan inovasi teknologi. Contoh kegiatan ekonomi yang termasuk sektor ini adalah bidang teknologi informasi, pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan perpustakaan.

e.    Sektor Kuiner

Sektor ini terdiri dari lembaga-lembaga profesional yang cenderung eksklusif dan terlibat dalam pekerjaan universitas, pemerintah, sains, kesehatan, dan sebagainya.

 

Kondisi perekonomian negara dipengaruhi oleh kegiatan ekonominya. Semakin sehat kegiatan ekonominya, maka semakin makmur dan sejahtera rakyat di negara tersebut. Kemakmuran dan kesejahteraan tersebut menjadikan negara damai dan stabil secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Namun sebaliknya, jika kegiatan ekonomi tersendat atau terpuruk karena suatu hal, misalnya pandemi, maka rakyat akan mencemaskan kesejahteraan dan kemakmuran mereka. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan sebab akibat dari tersendatnya kegiatan ekonomi mempunyai efek yang besar. Mulai dari banyaknya perusahaan yang merugi, perumahan karyawan, pemecatan karyawan, muncul pedagang-pedagang baru namun pembeli tidak ada, ancaman kerusuhan dan penjarahan, bertambahnya hutang negara, banyak proyek tidak selesai, depresi, bunuh diri, dan lain-lain. Cukup mengerikan bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYESUAIAN (ADJUSTMENT)

SIKLUS AKUNTANSI

MENGECEK KEBENARAN PENGINPUTAN AKUN DAN SALDONYA DAN MENGINPUTKAN SALDO AWAL AKUMULASI PENYUSUTAN ASET TETAP