ILMU EKONOMI DAN PERMASALAHAN EKONOMI
A. PENGERTIAN ILMU EKONOMI
Ekonomi merupakan kata yang tidak asing karena sering kita dengar dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, golongan ekonomi lemah, keulitan ekonomi, atau pertumbuhan ekonomi. Kata ekonomi berasal dari berasal dari bahasa Yunani, yaitu asal katanya adalah oikos yang berarti (rumah tangga) dan nomos (aturan, pengelolaan)
Ilmu ekonomi sering dikaitkan dengan uang. Apabila mempelajari ilmu ekonomi selalu dikaitkan dengan bagaimana seorang individu harus bisa mengatur dan memiliki uang. Padahal seorang individu belum tentu dapat mengatur uang dan hidup hemat. Uang memang dipelajari dalam ilmu ekonomi. Tetapi bukan satu-satunya materi dalam studi ini. Bahkan uang hanya sebagian kecil dari materi studi ilmu ekonomi. Jadi apa yang sebenarnya yang dipelajari dalam ilmu ekonomi?
Menurut Rahmatullah dkk ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang semakin kompleks dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.
Ilmu ekonomi merupakan studi tentang bagaimana individu dan masyarakat memilih cara pemanfaatan sumber daya yang tersedia baik sumber daya alam, sumber daya modal maupun sumber daya manusia. Kunci penting dalam definisi ini adalah memilih atau menentukan pilihan dengan berbagai konsekuensinya. Ilmu ekonomi merupakan ilmu perilaku atau ilmu sosial yang dalam garis besarnya, ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana seseorang menenentukan pilihan. Pilihan yang dilakukan seseorang, apabila digabungkan, menjadi pilihan masyarakat.
B. MENGAPA BELAJAR ILMU EKONOMI
Pada masa kini berbagai persoalan ekonomi sudah sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari kita. Terkadang tanpa kita sadari, perasaan hati kita yang bersuka cita sepanjang hari ternyata dipengaruhi oleh sekelumit berita ekonomi: Harga Minyak Dunia Turun. Di sisi lain mungkin kita menjadi sedikit gusar terhadap pemerintah lantaran melihat masyarakat harus mengantri lama untuk memperoleh 2 liter minyak tanah di Tangerang. Padahal berbagai informasi tersebut mungkin hanya kita lihat di layar kaca. Kita juga mungkin pernah menonton berita yang menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan penduduk miskin di Indonesia seiring dengan munculnya krisis ekonomi dan naiknya harga kebutuhan pokok. Padahal, disisi lain, saat kita berangkat sekolah, kita dapat melihat bahwa banyak bermunculan perumahan griya tawang (apartment) dibeberapa kota besar, belum lagi pusat-pusat perbelanjaan baru juga mulai marak dibangun dibanyak kota. Apakah para investor tidak mengetahui bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia telah meningkat? Mengapa para investor tetap tertarik untuk menanamkan modalnya untuk membangun griya tawang ataupun pusat perbelanjaan?
Tanpa kita sadari, ternyata kita sudah dikelilingi oleh beragam persoalan dan kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari ilmu ekonomi. Tahukah kamu ilmu ekonomi mempelajari: (1) Ekonomi makro (2) Ekonomi mikro. Dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita dapat mengetahui:
1. penyebab munculnya berbagai permasalahan ekonomi
2. perilaku para pelaku ekonomi
3. dampak yang dihasilkan dari permasalahan ekonomi
4. pengambilan keputusan ekonomi yang rasional.
Sebenarnya, tanpa mempelajari ilmu ekonomi terlebih dahulu, manusia secara sadar maupun tidak, setiap hari melakukan keputusan ekonomi. Namun demikian, dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai permasalahan ekonomi dan bagaimana suatu perekonomian bekerja.
C. PERMASALAHAN EKONOMI
Seluruh manusia tanpa memandang gender, suku bangsa, agama, pendidikan, status sosial dan sebagainya, memiliki kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas. Saat satu kebutuhan atau keinginan terpenuhi, akan muncul kebutuhan atau keinginan berikutnya, demikian seterusnya. Disisi yang lain, sumber daya yang dimiliki manusia untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan tersebut adalah terbatas. Oleh karena itu, dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya, manusia harus membuat pilihan-pilihan, yaitu kebutuhan atau keinginan yang mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Sebagai makhluk yang rasional, pilihan-pilihan yang dibuat oleh manusia tersebut dibuat dengan mempertimbangkan tingkat kepuasan maksimal yang dapat dicapai dari pilihan tersebut dengan mengalokasikan sumber daya terbatas yang dimilikinya secara efisien. Misalnya, pada saat yang sama, seseorang perlu membeli pakaian yang baru dan memperbaiki telepon genggam yang rusak, namun uang (sumber daya) yang dimilikinya saat ini tidak cukup untuk melakukan kedua-duanya, sehingga ia harus memilih. Pilihan yang akan diambil adalah pilihan yang memaksimalkan tingkat kepuasan yang akan didapatnya dari pilihan tersebut. Setiap orang akan memiliki rasional (latar belakang) dan pertimbangan sendiri (subyektif) dalam membuat pilihan-pilihan.
Dalam kondisi diatas, seseorang akan memilih membeli pakaian baru dari pada memperbaiki telepon genggam yang rusak jika ia merasa bahwa memiliki pakaian baru saat ini adalah lebih penting daripada memperbaiki telepon genggam. Namun, orang yang lain, jika dihadapkan pada kondisi yang sama, mungkin saja memilih memperbaiki telepon genggam karena dianggap lebih mendesak daripada membeli pakaian baru. Tindakan yang dilakukan manusia untuk memaksimalkan kepuasan atau keuntungannya disebut dengan tindakan ekonomis.
Dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, sering terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan alat pemuasnya. Hal ini menjadi akar permasalahan yang terjadi di masyarakat yaitu:
1. Terjadinya kelangkaan (Scarcity)
Kondisi dimana sumber daya yang dimiliki manusia terbatas sedangkan kebutuhan dan keinginan tidak terbatas memunculkan kondisi yang disebut dengan kelangkaan (scarcity). Kelangkaan merupakan masalah inti atau masalah dasar ekonomi. Kelangkaan adalah suatu keadaan dimana sesuatu produk baik barang atau jasa tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi keinginan semua orang tanpa pengorbanan (dalam bahasa yang lebih mudah: “tanpa perlu membayar” atau at zero price).
2. Pilihan (Choices)
Bagi pelaku ekonomi, akan memilih alternatif yang terbaik untuk memenuhi kebutuhannya yang harus dipenuhi, kebutuhan yang paling mendesak itu perlu didahulukan dan menyusul dengan kebutuhan yang lainnya.
3. Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)
Ketika manusia dihadapkan dalam suatu pilihan, maka akan terpikirkan mana kebutuhan yang mendesak yang tentunya memikirkan biaya dalam arti untung dan rugi. Biaya yang dimaksudkan ini merupakan suatu biaya kesempatan, yang mana biaya kesempatan ini merupakan biaya yang akan hilang karena kita sudah memilih alternatif yang lain.
Masalah kelangkaan secara umum disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Keterbatasan Sumber Daya
Lingkungan alam menyediakan sumber daya melimpah bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber daya alam dapat dikelompokan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Akan tetapi, jumlah sumber daya akan semakin berkurang akibat sifat manusia yang serakah.
2. Perbedaan Letak Geografis
Letak geografis yang berbeda-beda menyebabkan persebaran sumber daya menjadi tidak merata. Ada wilayah yang tanahnya subur dan kaya barang tambang. Ada pula wilayah yang tandus dan kekurangan air bersih. Perbedaan letak geografis tersebut dapat menimbulkan kelangkaan sumber daya.
3. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk
Menurut Thomas Robert Malthus, pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi. Pertambahan jumlah penduduk yang cepat tidak diikuti dengan hasil produksi. Akibatnya, hasil produksi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beragam.
4. Rendahnya Kemampuan Produksi
Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan dapat terpenuhi jika terdapat orang atau badan yang melakukan produksi. Kemampuan produksi berpengaruh terhadap ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Kemampuan produksi yang terbatas akan mengakibatkan rendahnya kapasitas produksi. Keterbatasan produksi disebabkan oleh rendahnya kemampuan sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi. Hal ini dapat menimbulkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia.
5. Terjadinya Bencana Alam
Bencana alam adalah faktor alam yang bisa memengaruhi pemenuhan kebutuhan hidup. Adanya bencana alam bisa menimbulkan kerusakan lingkungan sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia. Contohnya, bencana banjir bisa menghambat distribusi barang dan jasa ke suatu tempat atau daearah.
Sehubungan dengan kelangkaan sumber daya maka masalah ekonomi dapat dikelompokkan menjadi dua:
1. Masalah Ekonomi Klasik
Permasalahan ekonomi klasik digolongkan sebagai berikut
a. Masalah Produksi
Produksi artinya menghasilkan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Masalah yang dihadapai oleh masyarakat yaitu disebabkan oleh kebutuhann tidak terbatas. Dalam hal ini manusia tidak pernah puas kalau memiliki suatu barang/produk, masih ada barang yang lain yang akan diburu sampai alat pemuasnya terpenuhi. Melihat apa yang diibutuhkan oleh manusia tidak ada habisnya, maka perusahaan sebagai produsen dapat mengetahui barang/jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga Perusahaan dapat memproduksinya.
b. Masalah Distribusi
Masalah distribusi berkaitan dengan penyaluran barang/jasa yang telah diproduksi. Setelah barang diproduksi maka barang tersebut akan disalurkan ke konsumen, sebelum penyaluran barang ke konsumen maka barang tersebut perlu di packing, pelabelan diasuransi dll.
c. Masalah Konsumsi, hasil Output dari barang/jasa yang telah didistribusikan kepada masyarakat melalui pasar, dapat dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Masalah Ekonomi Modern
Masalah ekonomi modern timbul dikarenakan adanya kelangkaan dan pilihan. Kelangkaan ini disebabkan karena bahan baku yang ada sangat terbatas sehingga setiap orang dihadapkan dengan berbagai alternatif pilihannya. Hal ini dilakukan supaya terwujudnya kesejahteraan bagi individu ataupun masyarakat.
Masalah ekonomi modern diantaranya, yaitu:
a. Berapa banyak barang yang harus diproduksi dan barang apa saja
Kelangkaan sumber daya yang dimiliki, maka produsen haruslah mengetahui barang yang akan diproduksi dan berapa banyak jumlahnya. Hal ini dikarenakan supaya barang yang di produksi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang mengkonsumsi produk barang/ jasa;
b. Bagaimana cara memproduksinya
Dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, maka produsen dapat memutuskan produk yang akan diproduksi dengan menggunakan berbagai macam metode yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi pada saat itu;
c. Untuk siapa kebutuhan barang dan jasa diproduksi
Memproduksi dilakukan oleh produsen perlu dilihat dari kebutuhan, keinginan serta disesuaikan pangsa pasar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Komentar
Posting Komentar