AKUNTANSI PIUTANG

Pernahkah kamu meminjamkan uang kepada temanmu? Kalau pernah, tanpa kamu sadari, sebenarnya kamu sudah memiliki piutang. Apa sih sebenarnya piutang itu?

Piutang adalah tagihan yang ditujukan baik itu kepada individu-individu maupun kepada perusahaan lain yang akan diterima dalam bentuk kas. Tagihan ini bisa dilakukan terhadap individu, perusahaan atau organisasi lainnya. Contoh transaksi-transaksi yang menimbulkan piutang antara lain adalah penjualan barang atau jasa secara kredit, pemberian pinjaman kepada nasabah atau karyawan, memberi uang muka pada anak perusahaan.

KLASIFIKASI PIUTANG

Piutang dapat diklasifikasikan berdasarkan:

1.      Ada tidaknya dukungan perjanjian secara tertulis

Berdasarkan ada tidaknya dukungan perjanjian tertulis, piutang diklasifikasikan menjadi dua yaitu:

a.     Piutang dagang/usaha (account receivable)

Piutang dagang terjadi karena adanya transaksi penjualan secara kredit kepada pihak lain/perusahaan lain. Piutang dagang adalah tagihan kepada pelanggan yang sifatnya terbuka, dalam arti bahwa tagihan ini tidak disertai instrument kredit.

Piutang dagang berasal dari penjualan barang dagangan dan jasa secara kredit dalam operasi usaha normal.

b.     Piutang wesel (notes receivable)

Piutang wesel (notes receivable) merupakan janji tertulis yang dibuat oleh pihak debitor (yang berutang) kepada pihak kreditor (yang memberi utang) untuk membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam surat janji tersebut pada waktu yang telah ditentukan dimasa yang akan datang. Jangka waktu piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari..

2.     Hubungannya dengan aktivitas usaha utama perusahaan.

Berdasarkan hubungannya dengan aktivitas usaha utama perusahaan piutang diklasifikasikan menjadi:

a.     Piutang dagang/usaha (account receivable)

b.   Piutang bukan usaha (non account receivable) adalah piutang yang timbul bukan dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Piutang bukan usaha ini bersifat macam-macam tergantung jangka waktu penagihannya. Ada yang dikelompokkan sebagai aset lancar sperti piutang bunga, persekot piutang dividen dan lain-lain. namun juga ada yang dapat dikelompokkan sebagai aset tidak lancar misalnya adalah piutang wesel yang memiliki jangka waktu penagihannya lebih dari satu periode akuntansi. Piutang bukan usaha antara lain:

1)      Piutang dividen

2)    Persekot asuransi

3)     Piutang bunga

4)    Piutang pegawai

5)     Piutang pesanan pembelian saham

6)    Piutang pendapatan sewa

7)     Tagihan kepada pelanggan untuk pengembalian tempat barang misal botol,
drum, dan lain-lain

PERBEDAAN MASING-MASING JENIS PIUTANG

Piutang Dagang/Usaha

Piutang Wesel

Piutang lain-lain

Jangka waktu kurang dari 1 tahun

Jangka waktu bermacam-macam tetapi pada umumnya paling sedikit 60 hari

Jangka waktu lebih dari satu tahun atau termasuk dalam piutang jangka panjang.

Dimasukkan dalam aset lancar

Bagian yang jatuh temponya dalam waktu 1 tahun diperlakukan sebagai aset lancar, sedangkan yang lebih dari satu tahun piutang jangka panjang

Pada umumnya termasuk dalam piutang jangka panjang.

Berkaitan dengan operasi utama perusahaan sehingga harus dapat ditagih

Mensyaratkan adanya jaminan sehingga jika saat jatuh tempo tidak dapat melunasi maka jaminan tersebut dapat dijual

Tidak berkaitan dengan operasi sehari-hari dan biasanya dilaporkan dineraca sebagai kelompok aset tidak lancar.

PENCATATAN PIUTANG DAGANG/USAHA

Hal-hal yang berkaitan dengan piutang dagang adalah :

1.      Pengakuan piutang dagang

2.     Penilaian piutang dagang

3.     Pengalihan piutang dagang

Berikut ini merupakan pembahasan dari ketiga hal tersebut diatas.

1.      Pengakuan Piutang Dagang

Piutang dagang diakui/dicatat pada saat :

a.     perusahaan memperoleh piutang dagang tersebut melalui adanya penjualan kredit.

b.     Terjadi retur dan potongan penjualan

c.      Adanya pelunasan.

Misal :

PT Rahadian pada tanggal 5 Maret 2010 menjual barang dagangan kepada PT Fedny seharga Rp10.000.000,- dengan termin 2/10, n/30.

Pada tanggal 7 Maret ada beberapa barang yang cacat sehingga dikembalikan kepada PT Rahadian. Bila dihitung barang yang dikembalikan tersebut sebesar Rp500.000,-.

Pada tanggal 15 Maret PT Rahadian menerima pelunasan dari PT FEDNY sebesar saldo tagihannya.

Jurnal yang dibutuhkan untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

Maret 5, Accounts Receivable                               Rp10.000.000,00                   -

-       Sales                                                                               -                    Rp10.000.000,00

(untuk mencatat adanya piutang karena penjualan kredit)

Maret 7, Sales Return                                                       Rp         500.000,00                      -

-       Accounts Receivable                                  -                     Rp      500.000,00

(untuk mencatat adanya retur penjualan)

Maret 15, Cash                                                                                 Rp  9.310.000,00                      -

Sales Discount                                               Rp     190.000,00                     -

-       Accounts Receivable                                 -                       Rp  9.500.000,00

(untuk mencatat adanya pelunasan piutang )

Catatan: potongan biasanya diberikan oleh produsen kepada distributor/grosir atau dari grosir kepada pengecer dan jarang diberikan dari pengecer ke konsumen.

PENILAIAN PIUTANG DAGANG

Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan dalam neraca sebesar nilai kas bersih (neto) yang bisa direalisasikan, yaitu jumlah piutang setelah dikurangi Cadangan Kerugian Piutang Tak Tertagih (Allowance for Uncollectible Account / Allowance for Undoubtful Debt). Jumlah piutang yang tidak dapat tertagih diakui sebagai kerugian piutang. Kerugian piutang ini dilaporkan dalam laporan laba rugi periode berjalan sebagai beban lain-lain.

Contoh penyajian di neraca

Current Assets

Accounts Receivable                                                                   Rp5.000.000,00

Allowance for Uncollectible Account                                       (Rp   500.000,00)

Nilai Realisasi bersih                                                                   Rp4.500.000,00

KERUGIAN PIUTANG USAHA

Piutang dagang yang dimiliki oleh perusahaan belum tentu seluruhnya dapat ditagih. Hal ini disebabkan karena debitur tidak mau membayar utangnya, tidak mampu membayar atau dinyatakan bangkrut, tidak diketahui keberadaanya dsb. Piutang usaha yang tidak dapat ditagih biasanya dinamakan kerugian piutang dan dalam akuntansi dicatat dalam akun kerugian piutang.

Terdapat dua metode yang digunakan untuk mencatat adanya kerugian piutang yaitu :

1.      Metode penghapusan langsung (direct write off method)

2.     Metode cadangan (Allowance method)

1.     Metode Penghapusan Langsung

Dalam metode ini perusahaan tidak perlu melakukan taksiran atas kerugian piutang sehingga rekening cadangan kerugian piutang tidak digunakan. Jika ada piutang yang dihapus, Kerugian Piutang (Bad Debt Expense) didebet, dan rekening Piutang Usaha (Accounts Receivable) dikredit.

Dalam metode ini, rekening kerugian piutang hanya akan menunjukkan jumlah kerugian yang sesungguhnya diderita dan piutang dagang akan dilaporkan dalam neraca sejumlah brutonya, selain itu kerugian seringkali dilaporkan pada periode yang berbeda dari periode penjualannya sehingga tidak dapat memberikan gambaran tentang nilai piutang bersih yang dapat direalisasi, oleh karena itu metode ini tidak diakui untuk pelaporan keuangan kecuali bila kerugian piutangnya jumlahnya tidak material/kecil. Saldo rekening Kerugian Piutang pada akhir tahun disajikan dalam Laporan Laba Rugi.

Contoh, misalnya PT Merdeka pada tanggal 31 Desember menerima memo berupa copy surat keputusan dari pengadilan bahwa salah satu pelanggan dinyatakan pailit, maka pada tanggal tersebut PT Merdeka akan menghapus piutangnya senilai Rp. 15.000.000,-.

Ayat jurnal untuk mencatat kerugian piutang pada tanggal 31 Desember 2006 adalah:

31-12-2006, Bad Debt Expense                                Rp15.000.000,00             -

-       Accounts Receivable                               -                    Rp15.000.000,00

2.    Metode Cadangan

Metode ini digunakan apabila kerugian piutang cukup besar jumlahnya. Tiga hal yang penting berkaitan dengan metode cadangan yaitu :

a.    Piutang yang tidak tertagih ditaksir jumlahnya terlebih dahulu, dan diakui sebagai biaya pada periode penjualan, bila piutang tak tertagih berasal dari tahun 2020 maka kerugian piutang diakui pada tahun 2020 juga.

b.   Taksiran kerugian piutang dicatat dengan mendebet kerugian piutang dan mengkredit cadangan kerugian piutang melalui jurnal penyesuaian.

c.  Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dicatat dengan mendebet rekening cadangan kerugian piutang dan mengkredit rekening piutang usaha pada saat suatu piutang itu dihapus dari pembukuan.

Jika metode ini yang digunakan perusahaan pertama-tama membentuk cadangan atau penyisihan kerugian piutang dengan mendebet Beban Kerugian Piutang (Bad Debt Expense) dan mengkredit Cadangan/Penyisihan Kerugian Piutang (Allowance for Uncollectible Account / Allowance for Undoubtfull Debt). Pada akhir tahun, saldo rekening Beban Kerugian Piutang disajikan dalam Laporan Laba Rugi, sedangkan saldo rekening Penyisihan disajikan di neraca sebagai pengurang Piutang. Jika ada piutang yang dihapus, perusahaan tidak mengakui kerugian, sebab kerugian sudah diakui pada saat membentuk cadangan. Perusahaan mengurangi Cadangan dengan mendebet rekening Cadangan dan mengkredit rekening Piutang.

Pencatatan dalam jurnal untuk masing-masing metode:


Contoh Soal :

Pada Agustus 2019 PT Rahadian melakukan penjualan kredit kepada PT FEDNY sebesar Rp5.000.000,-. Hingga akhir tahun 2019 terdapat piutang sebesar Rp500.000,- yang belum dapat ditagih. Manajemen memperkirakan Rp100.000,- tidak akan dapat ditagih.

Pada bulan Agustus 2020 bagian penagihan menyatakan bahwa piutang sebesar Rp50.000,- dihapus dari pembukuan karena tidak mungkin dapat diterima pelunasannya dari PT FEDNY.

Secara tidak terduga pada bulan November 2010 PT FEDNY melakukan pelunasan utangnya yang belum terbayar.

Diminta :

Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal yang dibutuhkan untuk mencatat transaksi diatas baik dengan metode cadangan maupun dengan metode penghapusan langsung!

Jawaban:


METODE PENAKSIRAN PIUTANG TAK TERTAGIH / KERUGIAN PIUTANG

Terdapat tiga metode untuk menaksir piutang yang tidak tertagih yaitu:

1.      persentase dari penjualan

Dalam metode ini perusahaan menetapkan presentase dari jumlah penjualan kredit untuk menaksir kerugian perusahaan akibat adanya piutang yang tidak tertagih. Presentase didasarkan pada kebijakan kredit perusahaan dan pengalaman pada waktu lalu. Penjualan kredit yang digunakan karena piutang dagang muncul karena adanya penjualan kredit. Apabila perusahaan sulit memisahkan antara penjualan kredit dengan penjualan tunai, maka yang dipakai adalah penjualan secara keseluruhan.

Contoh :

PT Rahadian menetapkan taksiran piutang yang tidak dapat ditagih adalah sebesar 1 % dari penjualan kredit bersih. Apabila jumlah penjualan kredit selama tahun 2019 adalah sebesar Rp100.000.000,-, maka kerugian piutang ditaksir sebesar ( 1% x Rp100.000.000,-) = Rp1.000.000,-.

Jurnal untuk mencatat kerugian piutang tersebut adalah :

Des 31, Bad Debt Expense                                                                Rp 1.000.000,-                 -

-       Allowance for Uncollectible Account                        -                       Rp 1.000.000,-

(Untuk mencatat kerugian piutang tahun ini)

Apabila jumlah piutang yang dihapus (kerugian piutang sesungguhnya) berbeda cukup besar bila dibandingkan dengan jumlah yang ditaksir, maka presentase untuk tahun berikutnya harus dirubah.
Jika pada rekening
cadangan kerugian piutang sampai akhir tahun bersaldo kredit sebesar Rp250.000,- maka saldo cadangan kerugian piutang setelah penyesuaian adalah Rp1.250.000,- (Rp1.000.000,- + Rp250.000,-) begitu pula sebaliknya.

2.     persentase saldo piutang

Dalam metode ini saldo piutang pada akhir periode dapat digunakan sebagai dasar untuk menaksir piutang usaha yang tidak dapat ditagih.

Misal:
PT Rahadian pada tanggal 31
Desember 2019 mempuyai saldo piutang usaha sebesar Rp50.000.000,-. Taksiran piutang usaha yang tak tertagih sebesar 5% dari saldo piutang usaha yaitu sejumlah Rp2.500.000,- (5% x Rp. 50.000.000).

Untuk menghitung kerugian piutang harus memperhatikan saldo rekening cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian. Jika saldo cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian bersaldo nol maka jumlah kerugian piutang sebesar Rp2.500.000,- dan jurnal penyesuaiannya adalah :

31/12/2019, Bad Debt Expense                                                              Rp  2.500.000,-         -

-       Allowance for Uncollectible Account                     -                      Rp  2.500.000,-

Setelah dibuat jurnal penyesuaian saldo rekening cadangan kerugian piutang sebesar Rp2.500.000,- (5% dari saldo piutang).

Jika rekening cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian bersaldo kredit sebesar Rp1.250.000,-maka kerugian piutang sebesar Rp1.250.000,- (Rp2.500.000,00 – Rp1.250.000,00).

Jurnal penyesuaian yang dibuat sebagai berikut:

31/12/2019, Bad Debt Expense                                                                               Rp  1.250.000,-                  -

-       Allowance for Uncollectible Account                                   -                Rp  1.250.000,-

Setelah dibuat jurnal penyesuaian saldo rekening cadangan kerugian piutang sebesar Rp2.500.000,- (5% dari saldo piutang).

Jika rekening cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian bersaldo debit sebesar Rp1.000.000,-maka kerugian piutang sebesar Rp3.500.000,- (Rp2.500.000,- + Rp1.000.000,-).

31/12/2019, Bad Debt Expense                                                              Rp  3.500.000,-                  -

-       Allowance for Uncollectible Account                              -                   Rp  3.500.000,-

Setelah dibuat jurnal penyesuaian saldo rekening cadangan kerugian piutang sebesar Rp2.500.000,- (5% dari saldo piutang).

3.     analisa umur piutang

Dalam metode ini, perusahaan membuat daftar umur piutang pelanggan dengan membuat kelompok umur piutang berdasarkan masa lewat waktu dari jatuh tempo piutang dan juga menetapkan presentase taksiran kerugian piutang yang didasarkan pada kebijakan dan pengalaman masa lalu terhadap total masing-masing kelompok umur piutang.

Contoh analisa umur piutang adalah sebagai berikut :

Jumlah taksiran piutang yang tidak dapat ditagih sebesar Rp1.960.000,-.

Misalkan saldo rekening saldo cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian bersaldo nol maka jumlah kerugian piutang sebesar Rp1.960.000,- dan jurnal penyesuaiannya adalah :

31/12/2009, Bad Debt Expense                                                                           Rp  1.960.000,-                     -

-       Allowance for Uncollectible Account                              -                    Rp  1.960.000,-

Setelah dibuat jurnal penyesuaian saldo rekening cadangan kerugian piutang sebesar Rp1.960.000,-.

Jika rekening cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian bersaldo kredit sebesar Rp960.000,- maka kerugian piutang sebesar Rp1.000.000,- (Rp1.960.000,00 Rp960.000,-).

Jurnal penyesuaian yang dibuat sebagai berikut :

31/12/2009, Bad Debt Expense                                                                             Rp  1.000.000,-         -

-       Allowance for Uncollectible Account                            -                 Rp  1.000.000,-

Setelah dibuat jurnal penyesuaian saldo rekening cadangan kerugian piutang sebesar Rp1.960.000,-. Jika rekening cadangan kerugian piutang sebelum penyesuaian bersaldo debit sebesar Rp540.000 maka kerugian piutang sebesar Rp2.500.000,- (Rp1.960.000,- + Rp540.000,-).

Jurnal penyesuaian yang dibuat sebagai berikut :

31/12/2009, Bad Debt Expense                                                                       Rp  2.500.000,-                -

-       Allowance for Uncollectible Account                          -                      Rp  2.500.000,-

Setelah dibuat jurnal penyesuaian saldo rekening cadangan kerugian piutang sebesar Rp1.960.000,-.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYESUAIAN (ADJUSTMENT)

SIKLUS AKUNTANSI

MENGECEK KEBENARAN PENGINPUTAN AKUN DAN SALDONYA DAN MENGINPUTKAN SALDO AWAL AKUMULASI PENYUSUTAN ASET TETAP