KAS KECIL (PETTY CASH)

 


Salah satu bagian dari sistem pengawasan kas, adalah semua penerimaan kas tiap hari disetorkan ke bank dan pengeluaran kas dilakukan melalui penarikan cek. Pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, seperti pembelian ATK, pembayaran rekening listrik, telepon dan sebagainya, biasanya lebih praktis dibayar dengan uang tunai. Untuk pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil disediakan dana khusus yang disebut dana kas kecil (petty cash).

Kas kecil adalah uang kas yang disediakan oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya rutin dan dengan nilai nominal yang relatif kecil, dimana pengeluaran tersebut tidak efisien dan ekonomis jika dibayar dengan cek.

Kas kecil dipegang oleh kasir kas kecil yang bertanggung jawab untuk pengeluaran-pengeluaran tersebut. Besarnya kas yang disediakan dalam kas kecil ditentukan oleh kebijakan perusahaan. Demikian pula dengan penambahan maupun pengisian kembali kas kecil. Dana kas kecil disediakan dengan cara menarik cek sejumlah dana yang dibentuk, selanjutnya dikelola oleh seorang petugas khusus.

Ada dua metode pencatatan kas kecil yang dapat diterapkan perusahaan, yaitu:

1.   Metode Imperest

Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Saldo rekening ini tetap jumlahnya. Oleh karena itu jika ada pengeluaran kas kecil pengeluaran ini tidak dibuat jurnal. Jurnal pengeluaran dilakukan pada saat pengisian kembali (replenishment) yang biasanya dilakukan dengan menerbitkan cek sesuai bukti-bukti pengeluaran dari petugas kas kecil.

Jika pada akhir tahun ada pengeluaran kas kecil yang belum diisi kembali, dengan sistem ini pengeluaran ini tentu belum dicatat, maka pada akhir tahun dibuat jurnal penyesuaian dengan mendebet biaya atau aset dan mengkredit rekening ”Kas Kecil”. Selanjutnya pada awal tahun berikutnya jurnal penyesuaian ini dijurnal balik (di-reverse), agar pembukuan waktu pengisian kembali atas pengeluaran tersebut konsisten dengan pembukuan pada waktu yang lain.

Akuntansi untuk dana kas kecil meliputi akuntansi saat pembentukan, pengisian kembali, dan ayat jurnal penyesuian jika pada akhir tahun ada pengeluaran yang belum diisi kembali.

Berdasarkan metode imperest, jumlah rekening kas kecil selalu tetap. Apabila jumlah kas kecil telah berkurang dan juga pada akhir periode, maka kasir kas kecil akan meminta pengisian kembali sesuai dengan jumlah kas yang telah dikeluarkan. Pengisian kas kecil pada akhir periode perlu dilakukan karena pencatatan pengeluaran dilakukan pada saat pengisian kembali.

2.  Metode Fluktuasi

Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Petugas kas kecil membuat catatan atas kas kecil. Untuk membuat jurnal dianalisis dengan seksama transaksi yang berkaitan dengan kas kecil. Pada hakikatnya hanya ada dua transaksi yaitu: (1) transaksi yang menambah Kas Kecil, dan (2) transaksi yang mengurangi Kas Kecil. Transaksi yang menambah kas kecil adalah transaksi pengisian kas kecil atau replenishment. Transaksi yang mengurangi kas kecil umumnya adalah untuk pembayaran biaya tertentu atau pembelian harta tertentu.

Pembentukan kas kecil dalam metode fluktuasi sama dengan pembentukan kas kecil berdasar metode imperest. Perbedaannya adalah dengan metode fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan pengisian kembali atas pengeluaran kas kecil. Apabila dengan metode imperest pencatatan dilakukan pada saat pengisian kembali kas kecil, maka dalam metode fluktuasi pencatatan langsung dilakukan seiring dengan adanya pengeluaran kas kecil.

Berikut ini ilustrasi penyelenggaraan kas kecil dengan kedua metode:

NO

TRANSAKSI

METODE
FLUKTUATIF

METODE IMPREST

1

Pembentukan kas
kecil

Petty Cash xxx  -

-   Cash      -  xxx

Petty Cash xxx  -

-   Cash      -  xxx

2

Penggunaan kas kecil

..... Expense xxx  -

-     Petty Cash -  xxx

Tidak dijurnal

3

Pengisian kembali
kas kecil

Petty Cash xxx  -

-   Cash      -  xxx

..... Expense xxx  -

-     Cash       -  xxx

4

Pengembalian kas
kecil ke kas

Cash         xxx  -

-     Petty Cash -  xxx

Cash         xxx  -

-     Petty Cash -  xxx

5

Penyesuaian akhir
periode

Tidak dijurnal

..... Expense xxx  -

-     Petty Cash -  xxx

 

Berikut contoh transaksi kas kecil dengan metodde imprest dan fluktuatif :

TGL

TRANSAKSI

METODE
FLUKTUATIF

(Rp000,00)

METODE IMPREST

(Rp000,00)

1 Mar

Perusahaan membentuk dana kas kecil
dengan pengambilan dana dari bank
sebesar Rp5.000.000,00

Petty Cash 5.000  -

-   Cash        -   5.000

Petty Cash 5.000  -

-   Cash        -   5.000

3 Mar

Membeli ATK dari Toko SUDI MAMPIR sebesar
Rp200.000,00

Supplies       200  -

-     Petty Cash   -   200

Tidak dijurnal

10 Mar

Pembayaran biaya perbaikan ruangan senilai Rp2.000.000,00

Maintenance

Expense      2.000   -

-     Petty Cash   - 2.000

Tidak dijurnal

25 Mar

Dilakukan pengisian kembali kas kecil
atas pengeluaran yang telah dilakukan

Petty Cash 2.200  -

-   Cash        -   2.200

Supplies       200   -

Maintenance

Expense      2.000   -

-     Cash        -   2.200

27 Mar

Saldo kas kecil dirasa terlalu besar, dan
diputuskan untuk dikurangi menjadi
Rp3.000.000,00

Cash         2.000  -

-     Petty Cash   - 2.000

Cash         2.000  -

-     Petty Cash   - 2.000

29 Mar

Pembayaran iuran keamanan dan
kebersihan kepada pihak terkait senilai
Rp200.000,00

Other Expense  200  -

-     Petty Cash   -   200

Tidak dijurnal

31 Mar

Penyesuaian akhir periode

Tidak dijurnal

Other Expense  200  -

-     Petty Cash   -    200

 

 

Adapun kebaikan maupun kelemahan dari kedua sistem pencatatan kas kecil tersebut, yaitu :

a.   Sistem Imprest

1.   Kebaikan
Sebagai alat pengendalian yang baik, karena bisa dicocokkan antara jumlah bukti pengeluaran kas kecil dan sisa fisik kas kecil dengan saldo
akun kas kecil yang jumlahnya selalu tetap. Apabila tidak cocok, maka berarti ada kecurangan dalam pengelolaan dana kas kecil.

2.  Kelemahan

Saldo akun kas kecil tidak bisa diketahui perubahan jumlahnya  sewaktu-waktu, karena saldo akun kas kecil tersebut jumlahnya selalu tetap.

b.   Sistem Fluktuasi

1.   Kebaikan

Saldo akun kas kecil bisa diketahui perubahan sewaktu-waktu, karena
setiap perubahan dana kas kecil selalu diikuti dengan dibuatnya jurnal
dan posting ke buku besar.

2.  Kelemahan

Bisa terjadi pemakaian dana kas kecil tanpa batasan, sebab pengisian
kembali dana kas kecil tidak perlu didukung oleh bukti-bukti
pengeluaran kas kecil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYESUAIAN (ADJUSTMENT)

SIKLUS AKUNTANSI

MENGECEK KEBENARAN PENGINPUTAN AKUN DAN SALDONYA DAN MENGINPUTKAN SALDO AWAL AKUMULASI PENYUSUTAN ASET TETAP