SEJARAH, PENGERTIAN, TUJUAN DAN PERAN AKUNTANSI SERTA PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI AKUNTANSI


AKUNTANSI DASAR KD 3.1 DAN 4.1



A.   SEJARAH AKUNTANSI

Akuntansi yang paling tua ditemukan pada sekitar 3.600 Sebelum Masehi di Babylonia, yaitu penemuan berupa catatan pembayaran gaji pada lempengan tanah liat. Di Inggris, sistem pencatatan mulai dianut pada abad ke-XI. Ketika itu sistem pencatatan dilakukan atas perintah dari “William the Conqueror” yang dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber keuangan kerajaan. Pada masa lampau akuntansi hanya digunakan untuk aspek yang sifatnya terbatas pada operasi keuangan khusus atau perusahaan milik negara.
Akuntansi sendiri berkembang dari Tata Buku Berpasangan. Sistem Pembukuan Berpasangan (Double Entry System) untuk pertama kalinya diperkenalkan di Itali ada tahun 1494 oleh LUCA PACIOLI melalui bukunya “Summa De Arithmatica, Geometria, Proportioni Et Proportionalita”. Dalam buku tersebut bagian yang membahas akuntansi untuk para pengusaha terdiri dari 37 bab dengan judul utama bagian “Tractatus De Computis Et Scriptorio”. Oleh karena Luca Pacioli merupakan orang pertama yang menulis pelajaran akuntansi, maka para pengikutnya menamakan dia sebagai “Bapak Akuntansi” (The Father of Accounting).
Sebenarnya sebelum Luca Pacioli menulis pelajaran akuntansi sudah ada karya tulis dibidang akuntansi dalam bentuk “manuscript” (naskah). Naskah itu hanya digunakan dalam lingkungan terbatas saja. Misalnya, karya tulis Benedetto Cotrugli baru diterbitkan pada tahun 1573, padahal naskahnya sudah ditulis satu abad sebelumnya.

B.    PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi sering juga dinyatakan sebagai bahasa dunia usaha (the language of business).
Banyak ahli mengemukakan pengertian akuntansi. Beberapa yang akan dikutip di sini, yaitu:
1.     Menurut Al Haryono Yusuf
Pengertian akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu:
a.     Dari sudut pemakai
Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.
b.     Dari sudut proses kegiatan
Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.
2.     Menurut American Accounting Association (AAA)
Accounting is the process of identifying, measuring, and reporting economic information, which enable clear and unambiguous evaluation and decision-making by those who use the information. (Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas serta tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.)
3.     Menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
Akuntansi adalah seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran transaksi dan peristiwa keuangan dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, termasuk penafsiran atas hasil-hasilnya.

C.   TUJUAN AKUNTANSI
Akuntansi bertujuan untuk menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

D.   PERAN AKUNTANSI
Akuntansi memiliki 4 (empat) peran penting dalam dunia bisnis, yaitu:
1.     Sebagai Penyedia Informasi serta Jawaban yang Terkait dengan Keuangan
Ini merupakan peran dasar bagi akuntansi dalam bisnis. Bagian akuntansi dari sebuah bisnis nantinya bisa menyediakan informasi tentang keuangan yang lebih akurat dari data –data transaksi yang sudah dicatat dalam buku besar.
2.     Sebagai Alat Pengendali Keuangan
Peran penting akuntansi sebagai pengendali keuangan, dapat dilihat dari data-data keuangan yang ada dalam sebuah bisnis. Data tersebut merupakan informasi yang dapat memberitahukan kepada pemilik bisnis, apakah usahanya mendapatkan kerugian atau keuntungan. Dengan adanya informasi tersebut, maka akuntansi berperan untuk mengendalikan dan mengontrol keuangan serta memberikan evaluasi tentang performa bisnis yang berjalan.
3.     Membantu Stakeholders dalam Pengambilan Keputusan
Adanya informasi keuangan bisnis dalam perusahaan , tentunya bisa membantu para stakeholder yang merupakan bagian dari eksternal bisnis untuk lebih mudah dalam mengambil keputusan. Stakeholder membutuhkan informasi akuntansi, karena mereka tidak pernah berinvestasi tanpa melihat dan berpegang pada laporan data akuntansi yang selalu up to date serta akurat.
4.     Sebagai Penghubung dengan Pihak Ketiga
Peran akuntansi ternyata tidak saja menjadi penting untuk pihak internal perusahaan, tapi juga eksternal perusahaan seperti para stakeholder. Akuntan nantinya akan menjembatani pengambilan keputusan dengan pihak ketiga, vendor, dan pihak lainya terkait dalam laporan keuangan yang dibuat. Tidak hanya itu, akuntansi ini juga dapat membantu hal lainya, seperti hal pembayaran pajak dan pemeriksaan auditor.

E.    PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI AKUNTANSI
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu:
1.     Pemakai internal (internal users)
Pihak-pihak yang termasuk dalam kategori pemakai internal antara lain:
a.    Direktur dan manajer keuangan
Mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya uang kas yang tersedia di perusahaan pada saat menjelang jatuh temponya pinjaman/utang untuk menentukan mampu tidaknya perusahaan dalam melunasi utangnya secara tepat waktu kepada kreditur.
b.    Direktur operasional dan manajer pemasaran
Mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya penjualan (tren penjualan) untuk menentukan efektif tidaknya saluran distribusi produk maupun aktivitas pemasaran yang telah dilakukan perusahaan.
c.     Manajer dan supervisor produksi
Mereka membutuhkan informasi akuntansi biaya untuk menentukan besarnya harga pokok produksi, yang pada akhirnya juga sebagai dasar untuk menetapkan harga jual produk per unit.
2.     Pemakai eksternal (external usersi)
Pihak-pihak yang termasuk dalam kategori pemakai eksternal antara lain:
a.      Karyawan
Informasi akuntansi sangat penting bagi karyawan perusahaan, terutama berkaitan dengan kesejahteraan dan gairah kerja mereka.
b.    Investor (penanam modal)
Investor menggunakan informasi akuntansi investee (penerima modal) untuk mengambil keputusan dalam hal membeli atau melepas saham investasinya.
c.     Kreditur
Kreditur seperti supplier dan bankir menggunakan informasi akuntansi debitur untuk mengevaluasi besarnya tingkat resiko dari pemberian kredit atau pinjaman uang.
d.     Pemerintah
Pemerintah berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan dalam hal perhitungan dan penetapan besarnya pajak penghasilan yang harus disetor ke Kas Negara.
e.     Serikat Pekerja
Serikat Pekerja menggunakan informasi akuntansi sebagai ukuran maju mundurnya perusahaan. Jika perusahaan maju, maka serikat pekerja biasanya akan menuntut kenaikan upah dan fasilitas dari perusahaan.
f.      BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal)
BAPEPAM mewajibkan public corporation (emiten) untuk melampirkan laporan keuangan secara rutin kepada BAPEPAM. BAPEPAM sangat berkepentingan terhadap kinerja keuangan emiten dengan tujuan untuk melindungi para investor.
g.     Ekonom, praktisi dan analis
Ekonom, praktisi dan analis menggunakan informasi akuntansi untuk memprediksi situasi perekonomian, menentukan besarnya tingkat inflasi, pertumbuhan pendapatan nasional, dan lain sebagainya.

Untuk video penjelasan silakan klik https://youtu.be/gthYSXy-UBw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYESUAIAN (ADJUSTMENT)

SIKLUS AKUNTANSI

MENGECEK KEBENARAN PENGINPUTAN AKUN DAN SALDONYA DAN MENGINPUTKAN SALDO AWAL AKUMULASI PENYUSUTAN ASET TETAP