BUKTI TRANSAKSI
A. Pengertian Transaksi
Transaksi adalah peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan, baik yang internal maupun eksternal yang memengaruhi posisi keuangan (aset, liabilitas, dan ekuitas) perusahaan. Namun, tidak semua peristiwa ekonomi tersebut dicatat dalam sistem akuntansi, hanya peristiwa ekonomi yang secara langsung mengubah posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan saja yang dicatat dalam catatan akuntansi, atau yang disebut transaksi keuangan. Sebagai contoh, peristiwa pembayaran beban listrik bulanan sebesar Rp500.000,00 dikatakan sebagai transaksi keuangan.
B. Jenis-Jenis Transaksi Keuangan
1. Menurut lingkup atau pihak yang terkait
a. Transaksi internal, yaitu transaksi yang terjadi pada lingkungan atau lingkup perusahaan sendiri dan tidak melibatkan pihak di luar perusahaan. Contoh: pemakaian perlengkapan, penyusutan asset tetap, dan pemakaian bahan pembantu lainnya.
b. Transaksi eksternal, yaitu transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan, seperti pemasok, perantara, atau perusahaan lain. Contoh: pembelian perlengkapan, pembayaran beban sewa, dan penjualan produk perusahaan.
2. Menurut sumbernya
a. Transaksi modal
Transaksi modal adalah transaksi yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada modal perusahaan. Transaksi modal dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Setoran modal, mengakibatkan bertambahnya modal pemilik
2) Pengambilan pribadi pemilik, mengakibatkan berkurangnya modal perusahaan
3) Penghasilan atau pendapatan, baik pendapatan yang berasal dari usaha pokok maupun pendapatan yang diperoleh dari usaha sampingan. Pendapatan mengakibatkan modal perusahaan bertambah
4) Beban atau biaya, baik beban untuk kegiatan utama perusahaan maupun beban untuk kegiatan sampingan. Beban mengakibatkan modal perusahaan berkurang.
b. Transaksi usaha
Transaksi usaha adalah transaksi yang terkait dengan usaha perusahaan seperti pembelian aset lancer, pembelian aset tetap, dan memperoleh pinjaman dari bank untuk kegiatan perusahaan.
C. Karakteristik Keabsahan Transaksi
1.Memenuhi keabsahan formal, artinya transaksi dilakukan melalui prosedur formal yang ditunjukkan dalam dokumen transaksi dengna tanda tangan pihak-pihak yang terkait dan mempunyai kewenangan untuk melakukan transaksi yang bersangkutan
2 Memenuhi keabsahan materiil, artinya penghitungan-penghitungan nilai uang dan metode-metode serta ketentuan perpajakan yang terkait dengan transaksi dilakukan dengan benar, sehingga menghasilkan jumlah yang seharusnya.
D. Identifikasi Dokumen Transaksi
Dokumen transaksi suatu perusahaan secara garis besar dibedakan menjadi:
1. Dokumen intern
Dokumen intern adalah dokumen transaksi yang dikeluarkan sendiri oleh perusahaan, sehingga yang menjadi sumber dan dokumen pencatatan perusahaan biasanya lembar kedua (copy), lembar pertama (asli) diserahkan kepada pihak luar yang terkait.
2. Dokumen ekstern
Dokumen ekstern adalah dokumen transaksi yang diterima dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan.
Dokumen suatu transaksi dicatat apabila transaksi yang bersangkutan sudah memenuhi keabsahan formal maupun materiil. Keabsahan suatu transaksi dapat diidentifikasi (ditentukan) berdasarkan analisis dokumen transaksi. Kegiatan analisis dokumen transaksi disamping memerlukan kemampuan dalam melakukan penghitungan-penghitungan, juga memerlukan pemahaman atas prosedur dan metode yang diterapkan, pemahaman ketentuan perpajakan yang berlaku, serta kecermatan dan ketelitian.
Analisis bukti transaksi pada dasarnya meliputi kegiatan sebagai berikut:
- Mengidentifikasi keabsahan fisik dokumen transaksi, artinya menentukan pihak mana yang mengeluarkan serta meneliti kebenaran identitas fisik dokumen transaksi yang bersangkutan
- Mengidentifikasi dan meneliti transaksi, artinya menentukan transaksi apa dan apakah transaksi dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
- Mengidentifikasi kebenaran hasil penghitungan nilai uang, yaitu meneliti penghitungan yang dilakukan dengan memperhatikan penerapan metode yang digunakan serta peraturan perpajakan yang berlaku.
- Mengidentifikasi pengaruh terjadinya transaksi yang bersangkutan terhadap aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan.
- Untuk kepentingan pencatatan, menentukan akun-akun (perkiraan) yang harus didebit dan dikredit akibat pengaruh terjadinya transaksi.
E. Penyimpanan Dokumen Transaksi
Untuk pengamanan file secara fisik, biasanya perusahaan menyediakan map untuk berkas (folder) dan lemari arsip (filing cabinet) sebagai tempat menyimpan dokumen. Untuk memudahkan penelusuran/pencarian, dokumen pencatatan bisa dikelompokkan menurut jenis bukti transaksi dan periode terjadinya. Masing-masing kelompok dokumen disimpan dalam sebuah map (folder). Dokumen transaksi pada tiap kelompok dapat disusun menurut urutan nomor dokumen atau urutan tanggal terjadinya transaksi, dipilih mana yang memudahkan penelusuran jika diperlukan. Untuk lebih memudahkan penelusuran, tiap folder hanya diisi dokumen transaksi periode tertentu, sehingga ada pemisahan folder untuk masing-masing periode.
Berikut contoh pengelompokkan bukti transaksi:
1. Kelompok dokumen penjualan kredit, untuk arsip faktur penjualan
2. Kelompok dokumen pembelian kredit, untuk arsip faktur pembelian
3. Kelompok dokumen penerimaan kas, untuk arsip bukti-bukti transaksi penerimaan kas
4. Kelompok dokumen pengeluaran kas, untuk arsip bukti-bukti transaksi pengeluaran kas
5. Kelompok dokumen memorial, untuk arsip bukti transaksi lainnya (transaksi intern)
F. Jenis-Jenis Dokumen Transaksi
1. Kuitansi
Kuitansi adalah dokumen transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi harus dibubuhi materai pada jumlah tertentu. Merujuk pada UU No. 10 Tahun 2020, bea materai Rp10.000,00 dikenakan atas dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) yang (1) menyebutkan penerimaan uang; atau (2) berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.
Sumber: pesakblog
2. Nota kontan
Nota kontan adalah tanda bukti pembelian barang secara tunai yang dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli. Nota kontan dibuat minimum rangkap dua, aslinya diserahkan kepada pihak pembeli dan tembusannya disimpan pihak penjual untuk bukti transaksi.
Sumber: pesakblog
3. Faktur (invoice)
Faktur adalah dokumen transaksi pembelian atau penjualan barang dengan pembayaran kredit. Namun adakalanya dalam perusahaan besar yang tidak menjual barang secara eceran disediakan faktur untuk penjualan tunai. Faktur dibuat oleh pihak penjual dan diserahkan kepada pihak pembeli bersama-sama dengan barang yang dijual, kadang-kadang faktur dikirimkan lebih dulu. Faktur asli diberikan kepada pembeli sebagai bukti pembelian kredit, sedangkan tembusannya disimpan penjual sebagai bukti penjualan kredit.
Bagi pihak pembeli, faktur yang diterima dari pihak penjual merupakan faktur pembelian yang digunakan sebagai dokumen transaksi pembelian barang. Bagi pihak penjual, faktur yang dikirimkan kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan.
Bentuk faktur yang digunakan oleh suatu perusahaan akan berbeda dengan faktur yang digunakan oleh perusahaan lainnya.
Sumber: mekarisign
4. Nota debet
Nota debet adalah dokumen transaksi pengembalian kembali barang yang telah dibeli secara kredit (retur pembelian), atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan. Nota debet dibuat oleh pihak pembeli dan dikirimkan kepada pihak penjual. Arti nota debet adalah mendebit (mengurangi) utang pembeli yang harus dilunasi. Lembar asli dikirimkan oleh pembeli kepada penjual bersamaan dengan pengiriman kembali barang yang dibeli, sedangkan tembusannya merupakan arsip dan bukti pencatatan bagi pembeli.
Sumber: mekarsign
5. Nota kredit
Nota kredit adalah dokumen transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan), atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan. Nota kredit dibuat dan ditandatangani oleh pihak penjual dan dikirimkan kepada pihak pembeli. Arti nota kredit adalah penjual mengkredit (mengurangi) piutang usaha yang akan ditagih ke pembeli. Lembar asli diberikan kepada pembeli, sedangkan tembusannya disimpan penjual.
Sumber: mekarsign
6. Bukti memorial
Bukti memorial merupakan dokumen transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat perusahaan kepada bagian akuntansi, untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan intern yang pengaruhnya mengakibatkan perubahan terhadap aset, liabilitas atau ekuitas perusahaan, misalnya keputusan penghentian aset tetap dari penggunaannya.
7. Bukti pencatatan
Pada perusahaan yang relative besar dan tertib administrasi, bukti transaksi tidak langsung dicatat kedalam jurnal, tetapi lebih dahulu dibuatkan bukti pencatatan/bukti jurnal, baru kemudian dicatat dalam jurnal. Bukti pencatatan terdiri dari:
a. Bukti pengeluaran kas
Bukti pengeluaran kas merupakan bukti yang menunjukkan telah terjadi pengeluaran kas untuk transaksi sebagaimana tertera dalam bukti.
Sumber: pesakblog
b. Bukti penerimaan kas
Bukti penerimaan kas merupakan bukti yang menunjukkan telah terjadi penerimaan kas untuk transaksi sebagaimana tertera dalam bukti.
Sumber: pesakblog
8. Cek
Cek adalah surat perintah kepada bank dari orang yang menandatanganinya, untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam cek kepada pembawa atau kepada orang yang namanya ditulis dalam cek. Lembaran cek umumnya terdiri dari lembar utama dan struk atau bonggol cek. Lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, sementara struk cek setelah diisi dengan data yang sama dengan data pada lembar utama digunakan sebagai bukti tambahan yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.
Sumber: pelayananpublik
9. Bilyet giro
Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan, untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya kedalam rekening yang namanya tertulis dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank lain.
Sumber: kompas










Komentar
Posting Komentar